Saldo XRP di exchange terpusat telah menurun tajam menurut data Glassnode, sementara ETF spot AS terus menyerap pasokan dengan arus masuk lebih dari $1 miliar.

Saldo XRP di exchange menunjukkan penurunan signifikan menurut data on-chain, sementara ETF spot AS terus menyerap pasokan dengan arus masuk lebih dari $1 miliar sejak peluncuran mereka pada November.
Data Glassnode mengungkapkan bahwa saldo XRP di exchange telah mencapai level terendahnya dalam setahun terakhir. ETF spot XRP AS yang diluncurkan pada November 2025 kini mencakup 6 produk dengan 11 daftar DTCC, dan telah menarik arus masuk lebih dari $1 miliar, mencerminkan penyerapan pasokan yang kuat dari investor institusional.
Penurunan saldo exchange menandakan pergeseran struktural dalam dinamika pasokan XRP. Dengan ETF menahan aset dalam pembayaran tugas, penurunan ini memicu perdebatan tentang potensi "supply shock". Namun, validator Vet telah mengatasi kekhawatiran ini dengan menunjukkan bahwa 16 miliar XRP masih tersedia di pasar, menunjukkan bahwa persediaan yang tersedia masih melimpah untuk kebutuhan likuiditas.
XRP saat ini diperdagangkan pada $1,85, turun dari puncaknya sebesar $3,50. Pemantauan berkelanjutan terhadap pergerakan harga dan arus ETF akan menjadi kunci untuk memahami dinamika pasokan-permintaan menjelang outlook 2026.
Ini adalah cerita yang terus berkembang karena dinamika pasokan terus berevolusi menjelang tahun baru.

XRP surpasses BNB in market cap as ETF inflows hit $1.18B cumulative total and exchange supply drops to 8-year low.

XRP spot ETFs posted $45M in weekly inflows while Bitcoin and Ethereum funds faced massive outflows, as the Fear & Greed Index hit its lowest since the FTX collapse.

Bitcoin, Ethereum, and XRP investment products saw $1.73 billion in withdrawals last week, marking the largest exodus since mid-November 2025.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.