Bitcoin turun menuju zona $60,000 pada 5 Juni ketika tekanan makro dan selera risiko yang lemah memperpanjang pullback pasar kripto.

Bitcoin kembali memasuki ujian berisiko tinggi di area $60,000 setelah gelombang risk-off baru menghantam kripto dan aset terkait teknologi pada 5 Juni.
BTC turun menuju kisaran rendah $60,000-an pada Jumat, dengan CoinDesk melaporkan penurunan di dekat $62,000 selama perdagangan Asia dan pelacak pasar lain menunjukkan dorongan berikutnya ke bawah atau mendekati $60,000. Data Yahoo Finance menunjukkan Bitcoin dibuka pada 5 Juni di $63,812.18, sudah lebih rendah dari sesi sebelumnya.
Tekanan ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ether juga melemah, sementara token dengan beta lebih tinggi dijual lebih tajam ketika trader mengurangi eksposur setelah laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga semakin jauh.
Area $60,000 telah menjadi garis psikologis paling jelas bagi pasar. Jika bertahan, itu akan menunjukkan pembeli menyerap penjualan paksa setelah gelombang likuidasi minggu ini. Penembusan tegas akan mengubah pullback Juni menjadi ujian yang lebih luas terhadap permintaan spot, arus ETF, dan kepercayaan terhadap kripto sebagai aset risiko berbeta tinggi.
Pergerakan ini juga menghubungkan kripto lebih erat dengan posisi makro. Ketika saham teknologi dan transaksi terkait AI kehilangan momentum, Bitcoin kembali diperdagangkan seperti aset yang sensitif terhadap likuiditas, bukan lindung nilai penyimpan nilai yang terpisah.
Pantau apakah BTC dapat merebut kembali kisaran menengah $60,000-an selama akhir pekan dan apakah data arus ETF mengonfirmasi pembelian institusional yang kembali muncul. Jika zona $60,000 gagal bertahan, trader kemungkinan akan berfokus pada reset leverage, arus masuk bursa, dan pelemahan ETH untuk mencari tanda bahwa tekanan menyebar melampaui Bitcoin.
Aksi jual masih berkembang, tetapi sinyal pasar berikutnya jelas: Bitcoin perlu segera mempertahankan $60,000 atau pergerakan risk-off dapat menjadi narasi kripto dominan hingga minggu depan.

Wall Street giant Citigroup projects Bitcoin could reach $143,000 within 12 months, citing ETF demand and regulatory tailwinds as key catalysts.

Michael Saylor's Strategy reported a $14.46 billion unrealized loss on its bitcoin holdings in Q1 2026, then purchased another $330 million in BTC days later.

The largest US bank is assessing spot and derivatives trading services as regulatory clarity enables traditional finance to deepen crypto involvement.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.