BTC pulih dramatis 11% setelah hampir menembus $60K, sementara sentimen pasar tetap berada pada tingkat ketakutan ekstrem.

Bitcoin mengalami rebound memukau 11% pada hari Jumat, kembali melampaui $71.000 hanya sehari setelah hampir tergelincir di bawah level dukungan kritis $60.000.
Cryptocurrency terbesar di dunia mengalami salah satu minggu paling volatil dalam beberapa waktu terakhir. Bitcoin terjatuh ke $60.062 pada hari Kamis, 6 Februari, menandai penurunan satu hari terparah sejak runtuhnya FTX pada November 2022. Penjualan ini menghapus hampir semua keuntungan yang diperoleh sejak pemilihan Trump.
Namun, hari Jumat membawa pembalikan dramatis. BTC melompat ke $71.458, merepresentasikan keuntungan intrahari 11%. Pemulihan ini datang di tengah stabilisasi pasar yang lebih luas, meskipun Indeks Ketakutan dan Keserakahan tetap berada pada pembacaan ketakutan ekstrem 11.
Minggu ini menyaksikan $775 juta likuidasi di seluruh bursa utama. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar $434 juta pada hari Kamis saja, dengan BlackRock dan Fidelity memimpin pengeluaran di $175 juta dan $109 juta masing-masing.
Volatilitas ekstrem ini menyoroti kondisi pasar crypto yang rapuh di awal 2026. Meski rebound terjadi, Bitcoin masih turun hampir 20% sejak awal tahun. Ethereum mundur 33% minggu ini, sementara Solana menyentuh $88, terendah dua tahun.
Indeks Ketakutan dan Keserakahan di angka 11 menunjukkan penjualan tingkat kapitulasi, yang secara historis mendahului dasar pasar. Namun, arus keluar ETF berkelanjutan dan ekspektasi Federal Reserve yang hawkish mengikuti nominasi Trump terhadap Kevin Warsh untuk menggantikan Powell menciptakan hambatan berkelanjutan.
Trader memantau dengan cermat level dukungan $70.000 sebagai garis pertahanan baru. Jika terjadi penembusan berkelanjutan di bawahnya, BTC bisa menguji ulang $60.000, sementara bertahan di atasnya mungkin menandakan awal rally relief. Data aliran ETF dan komentar Fed mendatang akan sangat penting dalam beberapa hari ke depan.
Ini adalah situasi yang terus berkembang. Kondisi pasar tetap sangat volatil, dan harga bisa bergerak signifikan ke arah mana pun. Selalu lakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Wall Street giant Citigroup projects Bitcoin could reach $143,000 within 12 months, citing ETF demand and regulatory tailwinds as key catalysts.

The largest US bank is assessing spot and derivatives trading services as regulatory clarity enables traditional finance to deepen crypto involvement.

Senator Boozman postpones Digital Asset Market Clarity Act from January 15 to final week of January to secure bipartisan support.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.