Franklin Templeton mengajukan dua ETF Bitcoin DRIP yang akan mengalihkan dividen saham ke eksposur terkait Bitcoin.

Franklin Templeton sedang menguji struktur ETF baru yang mengubah dividen saham menjadi eksposur Bitcoin yang stabil.
Franklin Templeton mengajukan amendemen pasca-efektif kepada SEC untuk dua dana yang diusulkan: Franklin US Equity Bitcoin DRIP Index ETF dan Franklin US Innovation Bitcoin DRIP Index ETF.
Pengajuan tersebut menyatakan bahwa indeks akan mempertahankan Bitcoin sebagai alokasi sekunder sambil secara sistematis menginvestasikan kembali dividen dari kepemilikan ekuitas ke eksposur terkait Bitcoin. CoinDesk dan Benzinga melaporkan pada 19 Juni bahwa struktur yang diusulkan dimulai dari campuran 95% ekuitas AS dan 5% Bitcoin.
Wadah ini penting karena membawa rencana reinvestasi dividen yang sudah dikenal ke pasar kripto. Alih-alih meminta pengalokasi membuat alokasi Bitcoin terpisah, dana tersebut akan mengarahkan pendapatan ekuitas ke instrumen terkait Bitcoin di dalam struktur ETF.
Hal itu menjadikan pengajuan ini sinyal institusional yang berguna. Ini menunjukkan bahwa manajer aset masih mencari cara teregulasi untuk memadukan portofolio tradisional dengan eksposur Bitcoin, bahkan ketika arus dana kripto spot dan harga masih tidak merata.
Persetujuan masih belum pasti. Titik pemeriksaan berikutnya adalah apakah regulator mengizinkan struktur ini bergerak maju dan apakah penerbit pesaing meniru pendekatan yang didanai dividen tersebut. Jika disetujui, dana tersebut akan menambah ujian lain terhadap permintaan eksposur Bitcoin yang bersifat otomatis, bukan diatur waktunya secara aktif.
Pengajuan Bitcoin DRIP Franklin Templeton belum menjadi persetujuan yang menggerakkan pasar, tetapi ini menunjukkan bagaimana desain ETF kripto bergerak dari eksposur spot sederhana menuju strategi portofolio yang lebih tertanam.

Wall Street giant Citigroup projects Bitcoin could reach $143,000 within 12 months, citing ETF demand and regulatory tailwinds as key catalysts.

Michael Saylor's Strategy reported a $14.46 billion unrealized loss on its bitcoin holdings in Q1 2026, then purchased another $330 million in BTC days later.

The largest US bank is assessing spot and derivatives trading services as regulatory clarity enables traditional finance to deepen crypto involvement.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.