Genius Act memasuki fase implementasi musim panas ini sementara Clarity Act maju menuju pengesahan, berpotensi mengubah crypto dari zona abu-abu regulasi menjadi pasar terstruktur.

Dua undang-undang crypto landmark Amerika Serikat bertemu musim panas ini, menjanjikan kejelasan regulasi yang lama dituntut oleh investor institusional.
Genius Act ditandatangani Juli 2025 dengan dukungan bipartisan 68-30 dan sekarang memasuki fase implementasi. Sementara itu, Clarity Act terus maju dalam proses legislatif dengan advokasi kuat dari Sekretaris Keuangan Bessent. Otoritas CFTC akan mendapatkan pengawasan signifikan atas BTC dan ETH, menandai perubahan paradigma dari yurisdiksi tradisional. Undang-undang ini juga mengukuhkan keberadaan stablecoin sebagai kelas aset yang dapat diatur dengan jelas dalam ekosistem keuangan digital.
Goldman Sachs memproyeksikan adopsi institusional akan meningkat 35% di tahun pertama, dengan klien retail meningkat 32%. Stablecoin berhasil dikeluarkan dari kategori aset yang dipertanyakan, memberikan fondasi hukum yang solid untuk aplikasi DeFi dan pembayaran digital. Dengan CFTC memiliki otoritas atas Bitcoin dan Ethereum, pasar crypto mendapatkan kejelasan struktural yang sebelumnya tidak ada. Produk-produk Wall Street seperti ETF spot, futures, dan instrumen turunan kini memiliki kerangka peraturan yang konsisten dan transparan.
Timeline pengesahan Clarity Act akan menjadi katalis pasar penting dalam kuartal ini. Coinbase telah mengekspresikan kekhawatiran tentang bagian-bagian tertentu yang dianggap terlalu ketat, berpotensi memicu negosiasi terakhir. Volume ETF crypto telah melampaui $115 miliar dalam kuartal pertama 2026, dan regulasi yang jelas diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ini lebih lanjut. Investor harus memantau pernyataan regulasi CFTC dan SEC secara cermat untuk clarifikasi lebih lanjut tentang aset-aset spesifik yang masuk dalam setiap yurisdiksi.
Konvergensi regulasi stablecoin dan legislasi struktur pasar merepresentasikan perubahan paling signifikan dalam kebijakan crypto Amerika Serikat sejak SEC pertama kali menyetujui ETF spot Bitcoin.

Wall Street giant Citigroup projects Bitcoin could reach $143,000 within 12 months, citing ETF demand and regulatory tailwinds as key catalysts.

Michael Saylor's Strategy reported a $14.46 billion unrealized loss on its bitcoin holdings in Q1 2026, then purchased another $330 million in BTC days later.

The largest US bank is assessing spot and derivatives trading services as regulatory clarity enables traditional finance to deepen crypto involvement.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.