Bank Nasional Kazakhstan mengerahkan $350 juta dari cadangan emas dan forex ke investasi terkait crypto mulai April 2026.

Sebuah bank sentral menempatkan cadangan nasional ke crypto untuk pertama kalinya di Asia Tengah. Kazakhstan baru saja mengumumkan alokasi $350 juta dari cadangan emas dan pertukaran asing ke investasi aset digital.
Bank Nasional Kazakhstan mengkonfirmasi pada 6 Maret bahwa lengan investasinya, Korporasi Investasi Nasional (NIC), telah membentuk portfolio $350 juta khusus untuk aset terkait crypto. Dana berasal langsung dari cadangan emas dan pertukaran asing negara.
Alokasi menargetkan crypto ETF, dana indeks yang melacak kinerja aset digital, saham perusahaan infrastruktur crypto, dan posisi melalui kurang lebih lima hedge fund dan kendaraan modal ventura yang fokus pada sektor tersebut. Pejabat menekankan bahwa pengerahan akan dimulai secara bertahap dari April atau Mei 2026, tanpa terburu-buru membuat pembelian individu yang besar.
Ini adalah salah satu alokasi berdaulat paling signifikan ke aset crypto oleh bank sentral hingga saat ini. Pejabat menggambarkan $350 juta sebagai tranche pertama dari cadangan crypto nasional yang dapat tumbuh menuju $1 miliar selama beberapa tahun ke depan.
NIC juga akan mengambil alih manajemen aset digital yang disita oleh penegak hukum, meliputi mereka ke dalam cadangan nasional. Pendekatan ini mencerminkan strategi yang digunakan oleh pemerintah seperti Amerika Serikat, yang memegang Bitcoin yang disita, namun Kazakhstan pergi lebih jauh dengan secara aktif menginvestasikan modal segar ke dalam kelas aset.
Pengumuman ini datang pada saat adopsi institusional crypto mempercepat secara global. Spot Bitcoin dan ETF Ethereum, disetujui di AS pada 2024, telah menarik miliar dalam aliran dan menormalisasi crypto sebagai kelas aset institusional.
NIC sedang menyelesaikan pilihan hedge fund dan produk ETF, dengan pengerahan modal diharapkan antara April dan Mei. Kecepatan dan komposisi alokasi ini akan menunjukkan seberapa agresif Kazakhstan berniat membangun posisi aset digitalnya. Jika program berhasil, target $1 miliar akan menjadikannya salah satu portfolio crypto berdaulat terbesar di dunia.
Langkah Kazakhstan mewakili perubahan dalam cara bank sentral memandang aset digital. Dari pusat pertambangan hingga investor langsung, negara ini bertaruh bahwa crypto milik cadangan nasional bersama emas dan mata uang asing. Negara-negara kaya sumber daya lainnya mungkin mengikuti.

Wall Street giant Citigroup projects Bitcoin could reach $143,000 within 12 months, citing ETF demand and regulatory tailwinds as key catalysts.

The largest US bank is assessing spot and derivatives trading services as regulatory clarity enables traditional finance to deepen crypto involvement.

All 12 U.S. spot Bitcoin ETFs saw positive inflows on March 2, totaling $458M as BTC rebounds from February lows.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.