Kesalahan migrasi database di DEX berbasis Starknet menyebabkan penetapan harga Bitcoin yang salah, memaksa penghentian perdagangan darurat dan rollback.

Kegagalan teknis kritis di Paradex, pertukaran derivatif terdesentralisasi yang dibangun di Starknet, secara singkat menampilkan Bitcoin pada harga $0, memicu likuidasi otomatis di seluruh platform.
Pada 19 Januari 2026, Paradex mengalami kesalahan migrasi database yang menyebabkan harga Bitcoin ditampilkan sebagai nol. Data yang salah tersebut langsung diambil oleh sistem perdagangan algoritmik, yang mulai melikuidasi posisi bermodal besar tanpa intervensi manusia.
Pertukaran menghentikan semua aktivitas perdagangan untuk membatasi kerusakan. Paradex mengonfirmasi bahwa semua dana tetap aman, meskipun kompleksitas teknis proses pemulihan memerlukan upaya yang signifikan. Akses perdagangan dipulihkan sekitar pukul 12:10 UTC, dengan sebagian besar pesanan terbuka dibatalkan selama periode pemulihan. Instruksi take-profit dan stop-loss tetap aktif.
Insiden ini menyoroti kekhawatiran berkelanjutan tentang kematangan infrastruktur dalam keuangan terdesentralisasi. Token asli Starknet STRK menurun sekitar 5% setelah gangguan, mencerminkan ketidaktenangan pasar tentang keandalan jaringan layer-2.
Reaksi komunitas sebagian besar negatif. Pengguna mempertanyakan apakah bursa terdesentralisasi harus memiliki kemampuan untuk membalikkan aktivitas on-chain melalui rollback, langkah yang bertentangan dengan prinsip ketidakubahan yang banyak dikaitkan dengan teknologi blockchain.
Paradex telah memulai rollback darurat untuk mengembalikan catatan yang akurat. Laporan pasca-insiden pertukaran akan diperhatikan dengan cermat oleh pedagang yang mengevaluasi risiko platform DeFi yang lebih baru. Peristiwa ini menambah kekhawatiran yang lebih luas tentang mekanisme likuidasi dan keandalan oracle di sektor derivatif terdesentralisasi.
Ini adalah cerita yang sedang berkembang. Insiden ini menggarisbawahi pentingnya infrastruktur yang kuat dan mekanisme failsafe saat platform DeFi menangani volume perdagangan yang semakin besar.

Wall Street giant Citigroup projects Bitcoin could reach $143,000 within 12 months, citing ETF demand and regulatory tailwinds as key catalysts.

The largest US bank is assessing spot and derivatives trading services as regulatory clarity enables traditional finance to deepen crypto involvement.

Senator Boozman postpones Digital Asset Market Clarity Act from January 15 to final week of January to secure bipartisan support.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.