Tether melibatkan firma akuntansi Big Four yang tidak disebutkan namanya untuk mengaudit cadangan USDT senilai $184 miliar, menandai audit perdana terbesar dalam sejarah aset digital.

Tether, perusahaan di balik stablecoin terbesar di dunia, mengumumkan telah melibatkan firma akuntansi Big Four untuk melakukan audit independen penuh pertama terhadap cadangan USDT senilai $184 miliar.
Pada 24 Maret 2026, Tether mengkonfirmasi bahwa firma akuntansi Big Four telah ditunjuk untuk menyelesaikan audit laporan keuangan komprehensif yang mencakup seluruh operasinya. Penugasan ini menggantikan atestasi point-in-time yang sebelumnya dilakukan oleh BDO Italia sejak pertengahan 2022.
Ruang lingkup audit mencakup aset digital, cadangan tradisional, dan liabilitas yang di-tokenisasi, bersama dengan kontrol internal dan sistem pelaporan keuangan. Tether tidak mengungkapkan firma mana dari empat firma besar (Deloitte, EY, KPMG, atau PwC) yang dipilih, hanya menyatakan bahwa firma tersebut dipilih melalui proses kompetitif. Orientasi awal selesai beberapa minggu sebelum pengumuman publik.
Tether telah menghadapi kritik terus-menerus tentang apakah USDT didukung penuh oleh cadangan. Stablecoin ini kini melayani lebih dari 550 juta pengguna di seluruh dunia dan mewakili sekitar 60% dari total pasar stablecoin. Audit penuh dari firma Big Four akan menetapkan standar kredibilitas baru untuk sektor ini.
Pengumuman ini datang pada momen penting. Panduan SEC tanggal 17 Maret mengklasifikasikan 16 aset digital sebagai komoditas, dan minat institusional terhadap stablecoin meningkat. Bagi manajer modal institusional, stablecoin yang diaudit Big Four menghilangkan salah satu hambatan besar terakhir untuk adopsi skala penuh. Penerbit pesaing seperti Circle (USDC) sudah menerbitkan atestasi bulanan dari Deloitte, meningkatkan tekanan pada Tether untuk menyamai atau melampaui transparansi tersebut.
Tether belum mengungkapkan jadwal untuk menerbitkan laporan keuangan yang diaudit. Kompleksitas mengaudit cadangan senilai $184 miliar di berbagai kelas aset berarti prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan. Investor harus memantau apakah firma tersebut akhirnya disebutkan namanya dan kapan laporan audit pertama dirilis. Setiap penundaan atau kualifikasi dalam opini audit dapat memicu kembali skeptisisme tentang dukungan USDT.
Keputusan Tether untuk mengejar audit penuh Big Four adalah langkah signifikan untuk transparansi stablecoin. Apakah mereka memenuhi komitmen ini akan dipantau ketat oleh regulator, investor institusional, dan 550 juta pengguna yang mengandalkan USDT setiap hari.

Circle shares posted their worst day ever on March 24 after a new CLARITY Act draft proposed banning yield payments on stablecoin balances.

The world's largest asset manager declares stablecoins have evolved from trading tools into mainstream payment and settlement infrastructure.

The White House's March 1 deadline for CLARITY Act compromise language has arrived with no deal, as Senate postpones markup over stablecoin yield disputes.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.