ETF spot Ethereum mencatat arus keluar bersih $29.37 juta pada 17 Juni, dipimpin oleh penebusan Grayscale ETH dan BlackRock ETHA.

ETF spot Ethereum kembali memasuki wilayah arus keluar pada 17 Juni, menunjukkan bahwa permintaan institusional terhadap ETH masih tidak merata setelah rebound arus masuk singkat.
Data SoSoValue yang dikutip oleh KuCoin dan WEEX menunjukkan ETF spot Ethereum mencatat arus keluar bersih $29.3743 juta pada 17 Juni, Waktu Timur. Penebusan dana tunggal terbesar berasal dari Grayscale Ethereum Mini Trust ETF, ticker ETH, sebesar $9.8926 juta.
ETHA milik BlackRock menyusul dengan arus keluar bersih $8.9693 juta. Data yang sama menempatkan total aset bersih ETF spot Ethereum pada $9.576 miliar, dengan arus masuk bersih historis kumulatif masih positif di $11.189 miliar.
Pergeseran ini penting karena 16 Juni telah menunjukkan pemulihan arus masuk yang moderat untuk dana Ethereum. Kembalinya arus keluar satu hari perdagangan kemudian menunjukkan selera institusional yang rapuh, bukan pembalikan tren yang jelas.
Untuk struktur pasar ETH, arus ETF tetap menjadi salah satu sinyal paling jelas dari permintaan keuangan tradisional. Penebusan harian tidak menentukan tesis jangka panjang, tetapi dapat membentuk likuiditas dan sentimen jangka pendek ketika pasar kripto sudah berhati-hati.
Sinyal berikutnya adalah apakah ETHA dan produk Grayscale stabil dalam sesi-sesi berikutnya. Kembalinya arus masuk dengan cepat akan membingkai 17 Juni sebagai volatilitas arus rutin, sementara arus keluar berulang akan menunjukkan bahwa para pengalokasi masih mengurangi eksposur menjelang akhir Juni.
Permintaan ETF Ethereum tetap beragam: arus masuk kumulatif masih positif, tetapi arus keluar pada 17 Juni menunjukkan bahwa keyakinan institusional belum menetap dalam pola yang stabil.

The largest US bank is assessing spot and derivatives trading services as regulatory clarity enables traditional finance to deepen crypto involvement.

Bitcoin's 50-day moving average crossed below the 200-day average on the 3-day chart for the first time since 2022, as oil prices surged over 35% amid Strait of Hormuz disruptions.

BTC stages dramatic 11% recovery after nearly breaching $60K, while market sentiment remains at extreme fear levels.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.