Franklin Templeton bermitra dengan Ondo Finance untuk membawa ETF tertoken ke dompet blockchain, memungkinkan perdagangan sepanjang waktu bagi investor crypto-native.

Franklin Templeton, yang mengelola sekitar $1,7 triliun aset, telah bermitra dengan Ondo Finance untuk menawarkan versi tertoken dari ETF-nya di blockchain, menandai salah satu komitmen terbesar lembaga keuangan tradisional terhadap distribusi aset on-chain.
Franklin Templeton mengumumkan pada 25 Maret bahwa mereka akan menyediakan produk investasi melalui Ondo Global Markets, platform sekuritas tertoken yang diluncurkan oleh Ondo Finance pada September 2025. Kemitraan ini awalnya mencakup lima ETF: Franklin Focused Growth ETF (FFOG), Franklin U.S. Large Cap Multifactor Index ETF (FLQL), Franklin Responsibly Sourced Gold ETF (FGDL), Franklin High Yield Corporate ETF (FLHY), dan Franklin Income Equity Focus ETF (INCE).
Ondo Global Markets memungkinkan pengguna untuk memegang dan memperdagangkan token berbasis blockchain yang melacak nilai sekuritas yang mendasarinya. Platform ini melaporkan lebih dari $620 juta dalam total value locked dan lebih dari $12 miliar dalam volume perdagangan kumulatif di seluruh 60.000 pengguna. Franklin Templeton juga akan menyediakan program edukasi yang ditujukan untuk investor crypto-native yang mungkin belum familiar dengan struktur dana tradisional.
Kesepakatan ini menandakan bahwa manajer aset besar bergerak melampaui eksperimen dengan blockchain. Franklin Templeton tidak hanya melakukan tokenisasi satu dana. Mereka mendistribusikan jajaran ETF yang terdiversifikasi melalui platform crypto-native yang beroperasi sepanjang waktu, menghilangkan batasan jam pasar tradisional.
Bagi Ondo Finance, kemitraan ini menambah kredibilitas institusional pada model tokenisasi aset dunia nyata mereka. Token ONDO sudah memiliki skor STRICT 86 di Coira, mencerminkan fundamental yang kuat dalam generasi pendapatan dan inovasi. Dengan raksasa keuangan tradisional seperti Franklin Templeton, BlackRock, dan Apollo yang kini aktif dalam tokenisasi, sektor RWA bergerak cepat dari konsep ke produksi.
Kemitraan ini datang di tengah dorongan yang lebih luas menuju sekuritas tertoken. NYSE menandatangani memorandum of understanding terpisah dengan Securitize pada 24 Maret untuk membangun infrastruktur perdagangan saham tertoken. Kejelasan regulasi tetap menjadi faktor kritis, karena CLARITY Act terhenti di Senat AS setelah tenggat 1 Maret berlalu tanpa resolusi tentang ketentuan yield stablecoin. Investor harus memantau seberapa cepat produk tertoken ini mendapat daya tarik dari audiens crypto-native.
Ini adalah berita yang sedang berkembang. Kemitraan Franklin Templeton dan Ondo Finance merupakan langkah konkret dalam membawa produk investasi tradisional ke infrastruktur blockchain, tetapi persetujuan regulasi dan adopsi pengguna akan menentukan apakah ETF tertoken mencapai skala mainstream.
Disclaimer: Konten berita hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri.